Banyak Gedung Kosong, Harga Sewa Kantor di Jakarta Anjlok
Property

Banyak Gedung Kosong, Harga Sewa Kantor di Jakarta Anjlok

13 January 2021 172

Tingkat kekosongan gedung perkantoran di Jakarta semakin meningkat. Hal itu dikarenakan adanya sistem kerja dari rumah (work from home/WFH) selama pandemi, ditambah adanya pasokan gedung baru yang dibangun.

Colliers International Indonesia (CII) mencatat ada sekitar tujuh gedung baru beroperasi selama tahun 2020. Hal itu menambah total pasokan kumulatif mencapai 6,87 juta meter persegi untuk kawasan Central Business District (CBD) dan 3,58 juta meter persegi untuk non-CBD.

Namun tambahan gedung baru itu tidak diiringi oleh tingkat keterisian ruang perkantoran. Tingkat hunian disebut terus terjadi penurunan sejak kuartal ketiga 2020 dan diperkirakan akan terus berlangsung sepanjang 2021.

"Memang 2021 ini kita lihat masih banyak pasokan office yang akan masuk, jadi masih tetap challenging sektor ini karena dipicu oleh faktor supply dan memang belum ada keseimbangan yang bisa mendorong tingkat hunian bisa naik di 2021.

Jadi memang kita harus mengatakan tahun 2021 tingkat hunian diperkirakan akan terus menurun," kata Senior Associate Director CII, Ferry Salanto dalam briefing media secara virtual, Rabu (6/1/2021).

Hal itu berdampak terhadap harga sewa dan harga jual gedung perkantoran. Ferry mengungkap bahwa rata-rata tarif sewa kantor di CBD Rp 257.532 permeter persegi atau turun 7 persen dibanding tahun lalu. Begitu juga di kawasan non-CBD, harga sewa turun jadi Rp 190.047 permeter persegi atau turun 2,5 persen dibanding tahun lalu.

"Ini harga sewa yang ditawarkan oleh pemilik gedung dan harganya masih bisa sangat negotiable. Apalagi dalam kondisi sekarang itu diskonnya bisa lumayan tinggi tergantung tenant-nya apa, kira-kira brand-nya terkenal nggak, apakah mereka ngambilnya cukup besar, itu diskonnya bisa lebih besar, jadi itu sangat situasional," terangnya.

Penurunan harga sewa perkantoran tersebut diperkirakan terus berlangsung sepanjang 2021 karena pengembang akan mengejar untuk mengisi tingkat kekosongan yang terjadi.

"(Harga) dikawasan CBD bisa sama dengan harga yang ada di bilangan TB Simatupang. Sekarang memang banyak pilihan mau penyewa di mana berkantor, banyak gedung yang masih kosong terutama gedung-gedung yang okupansinya lebih rendah itu mereka sangat fleksibel untuk menawarkan harga sewa," tambahnya.

Hal itu membuat pasokan gedung perkantoran baru diperkirakan turun drastis selama 2021 hingga 2024. Beberapa proyek yang masih dalam perencanaan dinilai tidak akan memulai konstruksi sebelum mendapat komitmen penyewa.

"Sudah ada kewaspadaan bahwa mereka (pengembang) tidak akan jor-joran. Kelihatannya jadwalnya bisa sangat dinamis, situasional melihat kondisi yang ada sekarang. Sebelumnya mereka diperkirakan masuk 2023-2024, tapi dalam kondisi saat ini akan berpikir melihat situasi. Beberapa proyek akan melihat dulu sentimen pasar seperti apa," tandasnya. (www.detik.com)

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building