Efek Insentif Properti Baru Terasa di Kuartal Kedua
Property

Efek Insentif Properti Baru Terasa di Kuartal Kedua

08 April 2021 95

Pemberian insentif yang diberikan pemerintah kepada sektor properti dinilai baru terasa dampaknya pada kuartal kedua tahun ini. Insentif yang diberikan antara lain pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Down Payment hingga 0%.

Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, insentif yang dikucurkan pemerintah untuk sektor properti baru terasa efeknya secara signifikan pada kuartal kedua atau kuartal ketiga tahun ini.

"Pada kuartal pertama belum terlihat karena memang baru diterapkan. Kami perkirakan jika insentif ini bisa berjalan setahun, maka hal ini bisa mengangkat sektor properti ke depannya. Walau belum maksimal," katanya dalam diskusi daring, Rabu, 7 April 2021.

Ferry menjelaskan, dampak insentif yang diberikan pemerintah bisa lebih maksimal jika tidak membatasi jenis properti dan waktu. Namun, untuk harga dinilai sudah efektif.

"Waktunya kalau bisa diperpanjang, jangan sampai Agustus saja. Kalau sekarang fokusnya hanya menghabiskan stok yang ada, sementara yang jumlahnya lebih banyak justru tidak bisa menikmati insentif ini," ungkap Ferry.

Selain itu, adanya insentif pembebasan uang muka (down payment) hingga 0% meskipun persyaratannya adalah bank harus memiliki NPL di bawah 5%. Namun, kedua insentif tersebut dinilai sudah baik.

"Hanya saja bank belum menurunkan suku bunga, meski suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sudah turun, kenyataannya bunga KPR masih tinggi dan belum mendekati suku bungan BI," jelasnya.

Ferry berharap, OJK turut membantu perbankan agar menurunkan suku bunganya. Dengan begitu, margin dari net income tidak lagi terlalu tinggi. (www.medcom.id)

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building