Harga Sewa Kantor di Jakarta Urutan 16 se-Asia Pasifik
Property

Harga Sewa Kantor di Jakarta Urutan 16 se-Asia Pasifik

13 March 2017 336

Kondisi aktual bisnis sewa kantor di Jakarta dinilai sudah over supply atau kelebihan pasokan. Sementera permintaannya belum juga membaik.

Untuk menyiasati supaya ruang kantor yang ada tetap terisi di tengah persaingan yang begitu ketat, mau tidak mau pengelola gedung menerpakan strategi menurunkan harga sewa.

Berdasarkan hasil penelitian dari Cushman and Wakefield, ranking harga sewa kantor di Jakarta dibandingkan kota-kota di Asia Pasifik terus anjlok.

Di kuartal IV-2016, Jakarta menempati peringkat 16 dari 30 kota di Asia Pasifik. Sementara pada kuartal III-2016, Jakarta berada di peringkat 15 dan peringkat 14 pada kuartal IV-2015.

Jika dikonversi, tarif sewa kantor per bulan di Jakarta rata-rata 2,72 dollar per kaki persegi.

Ada pun peringkat pertama masih ditempati kota Hongkong sejak kuartal IV-2015 dengan rata-rata harga sewa kantor per bulan 11,53 dollar AS per kaki persegi.

"Tahun 2016 merupakan tahun dimana negara-negara Asia Pasifik dengan ekonomi besar tercatat stabil," tulis hasil riset tersebut.

Pertumbuhan di Filipina dan juga Vietnam yang kuat dilatarbelakangi oleh perdagangan domestik yang solid, walaupun beberapa rintangan terjadi pada akhir tahun.

Kunjungi link http://ipapa.co.id/id untuk mendapatkan informasi sewa kantor di Jakarta dengan lengkap

Kuartal IV-2016 ditandai dengan beberapa peristiwa seperti perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat (AS), disintegrasi Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), demonetisasi uang kertas di India, skandal politik di Korea Selatan, dan dimulainya kenaikan suku bunga US Federal Reserve.

Sementara itu, ekonomi Tiongkok menunjukkan kekuatan baru dengan ditandai adanya pertumbuhan 6,8% secara tahunan.

Jepang juga memiliki pertumbuhan berkelanjutan sebesar 1,0% yang dikarenakan oleh pemulihan ekspor karena mata uang yang terdepresiasi.

Pertumbuhan permintaan terus terjadi di tingkat regional. Secara keseluruhan, permintaan ini sejalan dengan perkiraan penyerapan yang hampir mencapai 85 juta kaki persegi.

Dari total tersebut, Bengaluru mencetak okupansi tertinggi di hampir 12 juta meter persegi, diikuti oleh Sydney, Tokyo, Manila, dan Hyderabad.

Pasar utama lain seperti Hongkong dan juga Seoul menunjukkan tingkat okupansi di bawah tren yang ada.

Skala besar pasokan anyar di kota Beijing dan Shanghai sudah mulai mendorong kekosongan serta berdampak pada harga sewa ruang kantor pada tahun 2016.

Pasar sewa kantor di Jakarta masih berkembang

Pasar di Asia Tenggara yang masih berkembang seperti Jakarta, Ho Chi Minh, dan Manila terjadi di tengah-tengah ledakan konstruksi.

Banyaknya pilihan ruang kantor dapat menarik minat penyewa di Jakarta. Relokasi dan konsolidasi juga diharapkan mampu mendorong aktivitas pasar.

Sementara itu, tren pembangunan di Australia mengarah pada peningkatan jumlah sewa yang signifikan khususnya di kota Sydney dan Melbourne.

Begitu pula, lebih dari 50% dari pra-sewa di proyek-proyek mendatang dan ketat lowongan terus mendorong peningkatan penawaran di kota Bengaluru dan Hyderabad India.

 

Sumber: properti kompas

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building