Menakar Manfaat Helipad di Gedung Perkantoran
News

Menakar Manfaat Helipad di Gedung Perkantoran

08 May 2017 504

Pemerintah telah menetapkan aturan tentang standar dan keselamatan gedung tinggi sebagai pencegahan terhadap ancaman darurat, seperti kebakaran. Aturan ini memuat dua poin utama yakni pembangunan landasan helikopter atau yang dikenal sebagai helipad di atas gedung dan tangga darurat yang berada di luar gedung.

Aturan itu disebut sangat berguna untuk mengantisipasi keadaan darurat sebagai penyelamatan. Maka, tidak berlebihan rasanya ketika beberapa pusat perbelanjaan dan perumahan elite membangun helipad dilintasi teratas gedung dan lokasi yang menjadi area perumahan elite. Fasilitas demikian bisa kita jumpai di sejumlah rumah sakit, perkantoran, hotel, dan mall.

Aturan tersebut sebenarnya tidak hanya untuk gedung-gedung tinggi seperti perkantoran, apartemen dan pusat perbelanjaan, namun pengembang juga wajib membangun helipad untuk kawasan rusunami (rumah susun sederhana milik).

Semua aturan tersebut kemudian dituangkan dalam revisi Peraturan Menteri PUPR (Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat) yang efektif berlaku pada 2016 lalu. Namun dari aturan itu yang wajib segera dilaksanakan pengelola gedung adalah pengadaan tangga darurat di luar gedung.

Selain untuk kepentingan darurat dan keselamatan, keberadaan helipad menjadi penting bagi para pebisnis yang sering menggunakan helikopter sebagai transportasi alternatif untuk mensiasati kemacetan ibu kota. Selain itu pengelola gedung juga bisa mengoptimalisasi helipad ini sebagai sumber pendapatan yang lain.

Menyoal kemacetan, perusahaan teknologi aplikasi navigasi lalu lintas Waze pada tahun 2015 menempatkan Jakarta di peringkat kedua tingkat kepuasan berkendara terburuk di dunia. Rata-rata pengendara di Jakarta menghabiskan waktu selama 42,1 menit untuk bepergian dari rumah menuju kantor.

Penilaian ini tidak terlepas dari masalah polusi, kemacetan, kualitas jalan yang buruk, lahan parker, serta harga bahan bakar minyak yang dinilai mahal oleh masyarakat. Menurut Waze, buruknya infrastruktur di Jakarta dirasakan juga oleh para pebisnis lokal maupun asing saat berkunjung ke kota ini.

Karena itu, para pebisnis sering menggunakan helikopter sebagai transportasi alternatif untuk mencapai kantor, tempat pertemuan yang jaraknya puluhan kilometer dari Jakarta.

Pengalaman itulah yang dirasakan oleh salah satu bankir ternama Markus Permadi. Mantan bos bank swasta itu sering menggunakan helikopter untuk menuju tempat-tempat tertentu di Jakarta. Waktunya hanya hitungan menit dari Karawaci, Tangerang dan dia pun bisa mencapai tempat tujuannya.

Meski demikian, keberadaan helikopter sebagai transportasi alternatif justru masih menyisakan persoalan. Salah satunya karena keberadaan helipad yang masih sedikit di Jakarta. Soal helipad, DKI Jakarta nampaknya harus belajar dari kota Seoul.

Kota yang hanya memiliki luas sekitar 605.21 kilometer persegi itu berdasarkan survei Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) berbasis di Amerika Serikat pada tahun 2014, gedung-gedung tinggi di Seoul memiliki fasilitas helipad paling banyak di dunia. Ada 12 gedung pencakar langit di Ibu kota Korea Selatan itu dan semuanya memiliki fasilitas helipad.

Selain fasilitas helipad itu, Arcadis, sebuah firma desain dan konsultan untuk aset terbangun dan natural juga menempatkan Seoul sebagai kota terbaik pada tahun 2016. Lembaga tersebut beralasan Seoul mampu memberikan kualitas hidup paling baik kepada masyarakatnya.

Ada 3 penilaian mengapa Seoul menjadi kota terbaik untuk Indeks Kota Berkelanjutan yakni People, Planet dan Profit. Khusus soal People, lembaga ini menilai infrastruktur transportasi, kesehatan, edukasi, kesetaraan pendapatan, keseimbangan kehidupan kerja, rasio ketergantungan dan ruang hijau di dalam kota Seoul sangat baik.

Keadaan ini justru berkebalikan dengan Jakarta yang memiliki luas sekitar 664.01 kilometer persegi melebihi luas Kota Seoul. Dari sekian banyak gedung pencakar langit, namun hanya beberapa yang memiliki fasilitas helipad.

Sumber: tribunnews.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building