Pelaku Startup Asing Minati Sewa Kantor di Bali
Property

Pelaku Startup Asing Minati Sewa Kantor di Bali

22 June 2017 171

ipapa.co.id - Peluang bisnis perkantoran di Bali diperkirakan akan semakin bagus. Para pengembang siap menyambut kebutuhan ruang kantor yang dicari oleh industri strartup dan kreatif di Pulau Seribu Pura ini. PT Agung Panorama Propertindo, adalah salah satunya, mulai berani masuk ke Bali untuk mengerjakan proyek perkantoran yang diberi nama Crea-The Nusa Dua Resort Office dengan total investasi Rp 300 miliar.

Proyek perkantoran yang mengusung konsep creatif industry and resort tersebut akan dibangun diatas lahan 1 hektare di kawasan Nusa Dua. Gedung kantor ini rencananya akan dibuat setinggi empat lantai dengan luas bangunan mencapai 20.000 meter persegi.

Agung Panorama Propertindo melihat peluang di Bali sudah makin menjanjikan untuk proyek ruang kantor, karena banyak diincar oleh perusahaan startup dan industri kreatif.

Oleh sebab itu, Crea The Nusa Dua Resort Office ditujukan untuk menyasar perusahaan startup baik lokal maupun asing dan juga industri kreatif dengan harga sewa Rp 27 juta per meter persegi. Untuk promo awal, sekitar Rp 23,5 juta per meter persegi.

Joseph Effendy, Direktur Utama Proyek Crea mengatakan, lantai satu dan dua Crea akan disewakan sebagai sarana komersial yang akan ditawarkan dengan harga Rp 35 juta per meter persegi per bulan, untuk perkantoran hanya disediakan di lantai tiga dan empat. "Perkantoran ini didesain hanya 60 unit dan nantinya akan buka 24 jam," Ujar Joseph, Kamis (15/6/2017).

Crea The Nusa Dua Resort Office akan dibangun mulai kuartal III tahun ini dan diharapkan akan selesai pada tahun 2018.

Tony Eddy, Konsultan Properti Keller William melihat, prospek bisnis perkantoran di Bali akan semakin menjanjikan ke depannya. Karena, Pulau Dewata tersebut jadi salah satu yang dilirik oleh pengusahaa startup asing karena menyuguhkan ketenangan dan memiliki fasilitas infrastruktur yang bagus.

Dia pun menjelaskan, sejak tiga tahun terakhir, perusahaan startup dari Amerika mulai keluar dari negara dan memilih berkantor di negara yang memiliki biaya hidup lebih murah namun tetap memiliki fasilitas teknologi dan infrastruktur yang mumpuni.

Para pengusaha startup dari Amerika mulai melirik negara-negara di Asia Tenggara untuk ditinggali. "Bali menjadi salah satu pilihan mereka karena menawarkan ketenangan dan juga memiliki infratruktur internet yang cukup bagus." ucap Tony.

Tony mengatakan tren perpindahan pelaku bisnis startup asal negeri Paman Sam mulai angkat kaki dari pusat Industri Teknologi Silikon Valley sudah dibahas oleh CNBC baru-baru ini. Kemudian Price Waterhouse Cooper (PWC) dan CB Insight telah merilis survei bahwa jumlah pebisnis startup Amerika yang berkantor di luar negaranya hanya 30 persen pada tahun 2023. Kenyataannya pada tahun 2016 saja, jumlahnya telah mencapai 58 persen.

"Ini dikarenakan harga sewa kantor di Amerika sangat mahal, padahal kalau baru merintis dan melalukan penelitiaan bagi perusahaan teknologi mereka hanya main komputer saja di kantornya." terang Tony.

Para pengusaha rintisan di Amerika Serikat banyak tertarik untuk berkantor di Singapura. Namun menurut Tony, prospek Bali akan jauh menarik dari Singapura karena biaya hidup disana lebih murah dan kondisi sosial dan politik di kota tersebut juga stabil sehingga memberikan kenyamanan bagi pelaku usaha.

Keller Williams membandingkan biaya operasional perkantoran di Bali memang lebih murah dibandingkan dengan Singapura dan Silicon Valley. Dengan anggaran US$ 500.000, pelaku startup hanya bisa bertahan hidup di Singapura selama sembilan bulan.

"Sementara jika sewa kantor di Bali, pelaku bisnis rintisan tersebut bisa bertahan hidup selama dua tahun dengan uang yang sama, plus bisa liburan sepuasnya. Infastruktur di Bali juga sangat bagus," jelas Tony. (kontan.co.id)

  • Share
sewa mobil

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building