Karyawan Kerja Secara Remote, Kantor Wordpress Akan Dijual
International

Karyawan Kerja Secara Remote, Kantor Wordpress Akan Dijual

19 July 2017 400

Salah satu raksasa teknologi besar di dunia, Automattic, terpaksa menutup dan menjual kantornya. Pemilik layanan blogging WordPress.com ini sebenarnya memiliki kantor keren di San Francisco, Amerika Serikat. Meski demikian, kantor ini terpaksa ditutup karena karyawannya lebih suka bekerja dari jarak jauh atau remote.

Melansir laman Detik, Kamis (22/6/2017), kantor ini sangat bagus. Dibangun dari bekas gudang yang didesain sedemikian rupa, atapnya terlihat tinggi dengan pintu-pintu bekas gudang yang dimodifikasi sebagai sebuah desain interior yang unik dengan nuansa industrial.

Gedung yang berada di 140 Hawthorne, San Francisco, tersebut saat ini sedang diiklankan sang CEO, Matt Mullenweg, untuk dijual. Mullenweg menyadari tak cukup banyak karyawan yang menggunakan kantor itu.

“Kami punya kantor di sana yang dibangun sekitar enam atau tujuh tahun lalu. Kondisinya bagus, namun tidak ada yang menggunakan. Hanya lima orang yang rutin ke kantor dengan luas sekitar 1400 meter persegi tersebut,” katanya seperti dikutip dari Quartz, Kamis (22/6/2017).

Selain kantor ini, Automattic juga punya gedung kantor di kawasan Cape Town, Afrika Selatan dan juga Portland, Maine. Automattic sendiri memang memberikan pilihan pada 550 karyawannya untuk bisa bekerja dari luar kantor.

Setiap karyawan diberi insentif USD 250 per bulan jika mereka ingin bekerja di co-working space atau kedai kopi seperti Starbucks.

Remote Working Menjadi Trend

Seperti diketahui, di era digital dewasa ini, budaya bekerja secara remote memang banyak diadopsi sejumlah perusahaan teknologi dan menjadi trend. Meski demikian, tak sedikit juga perusahaan yang masih mengharuskan karyawannya datang ke kantor.

Contohnya Yahoo, pada 2013 saat dipimpin oleh Marissa Mayer, yang mewajibkan seluruh karyawannya bekerja di kantor.

“Untuk hasil terbaik, kita harus bekerja berdampingan,” kata Mayer saat itu.

Sementara itu, IBM yang dikenal sebagai pelopor budaya remote working, belakangan ini justru memberitahukan ribuan karyawannya di Amerika Serikat untuk mulai kerja di kantor.

Hal ini disebut-sebut bertujuan supaya karyawan jadi lebih gesit, dan sama seperti Yahoo yang ingin meningkatkan kreativitas dan produktivitas karyawan dengan bekerja secara bersama-sama.

Walau demikian, ketentuan tersebut masih bergantung pada penerapan kebijakan dan fleksibilitas perusahaan-perusahaan teknologi terkait.

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building