Sejarah dan Asal Usul Kawasan Perkantoran Mega Kuningan
Story

Sejarah dan Asal Usul Kawasan Perkantoran Mega Kuningan

13 October 2017 140

Kawasan perkantoran Mega Kuningan menjadi salah satu lokasi bisnis prestisius di Jakarta. Mega kuningan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dijadikan sebagai proyek segitiga emas Jakarta. Sayangnya, ada banyak kisah menarik yang tak diketahui banyak orang tentang Kuningan di masa lalu.

 

Kuburan Tua Pendiri Kuningan, Jakarta

Makam Pangeran Kuningan Adipati Awangga

Tak banyak orang tahu, darimana asal usul penamaan Kuningan berasal. Bahkan warga Jakarta asli pun jarang yang mengetahui jika di sisi sebelah kiri gedung Telkom terdapat sebuah makam tua. Mirisnya makam tua ini kini tidak terawat, padahal dari seorang yang dimakamkan disanalah nama Kuningan, berasal dan didirikan.

Asal usul Kuningan berasal dari seorang Pangeran Cirebon bernama Adipati Awangga, yang juga dikenal dengan Sunan Kuning (penamaan kuning karena kulitnya memang kuning alias karena keturunan tionghoa).

Adipati Awangga merupakan putra dari Sunan Gunung Jati yang beristrikan wanita Tionghoa, bernama Ong Tien Nioyang.

Adipati Awangga mengemban tugas dalam menaklukan Sunda Kelapa dan Portugis bersama Falatehan atau Fatahillah dan Pangeran Cakrabuawana.

Pangeran Kuningan mendapat area serangan dari sebelah selatan Sunda Kelapa, dimana Pangeran Kuningan mendirikan markas komandonya yang kini menjadi kawasan Kuningan.

Di sana jugalah Pangeran Kuningan  wafat dan dimakamkan. Menurut Achmad Sofyan seorang Sejarawan yang juga seorang guru dalam acara melihat Jakarta Dari Sudut Pandang yang Berbeda, yang diadakan sebuah komunitas bernama Ngopi Jakarta mengatakan “Telah dikonfirmasi dari Keraton Cirebon mengatakan bahwa Adipati Awangga setelah penaklukan Sunda Kelapa memang tidak kembali lagi ke Cirebon”.

 

Kampung Islam Pertama dan Masjid Tertua di Jakarta

Masjid Tua Al-Mubarok Kuningan

Markas komando Adipati Awangga saat penaklukan Sunda Kelapa akhirnya menjadi sebuah perkampungan yang awalnya merupakan sebuah rawa-rawa. Perkampungan itu sekaligus menjadi sebuah perkampungan Islam pertama di Jakarta.

Bukan saja menjadi perkampungan Islam pertama di Jakarta saat itu. Wilayah Kuningan saat itu juga memiliki sebuah Masjid yang hingga kini tetap ada sekaligus menjadi Masjid pertama dan tertua di Jakarta. Masjid bernama Al-Mubarok ini menjadi sebuah prasasti yang tertinggal dari kenangan kejayaan Pangeran Kuningan.

Masjid yang dibangun sejak tahun 1527 kini berdiri kokoh berdampingan dekat rumah Bung Karno, yaitu Wisma Yaso yang kini menjadi Museum Satria Mandala. Masjid Al-Mubarok atau lebih dikenal Masjid Tua Al-Mubarok pernah rubuh pada 1920an dan dibangun kembali dengan sisa pondasi yang ada dan sesuai dengan 65 persen bentuk awalnya.

 

Kandang Sapi yang Menjadi Kawasan Segitiga Emas Jakarta

Kandang Sapi Mega Kuningan

kawasan Kuningan dahulu kesohor sebagai kawasan pemasok sapi kualitas nomer 1 di Jakarta dan sekitarnya. Ikha Soewadji dan Jefri (Bule) yang mengikuti jejak perkampungan islam pertama di Jakarta yang diinisiasi oleh Ngopi Jakarta (NgoJak).

Ikha mengatakan “Saya kaya balik ke masa lalu, saat nenek dan kakek saya masih hidup. Dulu kakek saya suka beli susu langsung dari sini,” ucapnya.

Sementara beda lagi dengan Jefri yang berprofesi sebagai videographer profesional, mengatakan “Dulu kakek saya, kalo mau ngawinin sapinya dibawa kesini. Dulu belum ngerti kenapa, sapinya dibawa ke sini. Tapi belakangan baru tahu kalau dulu sapi kualitas bagus ada di sini” kata Jefri.(

Save

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building