21 Hotel Mewah Bali Disulap Jadi Kantor Delegasi Annual Meeting IMF
News

21 Hotel Mewah Bali Disulap Jadi Kantor Delegasi Annual Meeting IMF

15 March 2018 438

Indonesia akan jadi sorotan dunia pada bulan Oktober 2018, mengingat sekitar 15 ribu turis akan berkunjung ke Bali. Kunjungan mereka untuk menghadiri pertemuan tahunan atau Annual Meeting IMF-World Bank yang akan diselenggarakan pada 10 sampai 15 Oktober 2018.

Untuk menyukseskan acara internasional ini, pemerintah Indonesia sudah memesan 21 hotel di Pulau Dewata. Hotel yang di pesan mulai dari bintang empat hingga bintang lima. Selain digunakan untuk bermalam para tamu negara, hotel-hotel ini juga akan digunakan sebagai kantor.

"Setidaknya kami sudah book 21 hotel. Nanti ada beberapa yang disulap jadi kantor IMF dan World Bank," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang juga sebagai Ketua Panitia Nasional Annual Meeting IMF-World Bank di Jakarta, seperti ditulis Rabu (14/3/2018).

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menambahkan, untuk memfasilitasi kantor IMF dan World Bank tersebut, pihaknya yang bekerja sama dengan beberapa operator seluler akan menyediakan fasilitas internet dengan kecepatan tinggi.

Dia menambahkan, para delegasi IMF dan World Bank mengapresiasi apa yang sudah disiapkan Indonesia.

"Soal fasilitas internet ini kita berikan kecepatan tinggi. Bagusnya, biasanya mereka bawa infrastruktur sendiri, tetapi di annual meeting Indonesia ini mereka percaya sama kita, jadi mereka hanya bawa device-nya saja seperti laptop dan sejenisnya," kata dia.

Diperkirakan dalam sidang tahunan ini, mayoritas delegasi juga akan menikmati liburan di Bali. Pulau Dewata dianggap salah satu destinasi wisata top di dunia.

Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan lembaga dana moneter internasional dan Bank Dunia (Annual Meeting IMF-Word Bank) tahun 2018. Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 810 miliar untuk menggelar acara internasional yang rencananya berlangsung di pulau Bali.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pertemuan tersebut‎ membutuhkan dana Rp 810 miliar, dengan rincian asal dana dari Kementerian Keuangan sebesar Rp 672 miliar dan Bank Indonesia Rp 137 miliar.

"Penyelenggaraan annual meeting yang dikoordinasikan dengan panitia nasional di bawah Menko Luhut. Tetapi, pos anggaran ada di Kemenkeu, di setjen sebesar Rp 672,59 miliar," kata Sri Mulyani, ketika rapat dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017.

Sri Mulyani mengungkapkan, anggaran tersebut dialokasikan untuk menyediakan berbagai kebutuhan fasilitas. Mulai dari kesiapan ruang rapat, peralatan perkantoran, infrastruktur teknologi informasi, dan sarana penunjang lainnya.

"Ini semuanya vendor dalam negeri, yang bisa kerjaan perusahaan dalam negeri, dan berbagai macam barang yang dibeli bisa digunakan atau dihibahkan. Untuk kesekretariatan dan IT infrastructure ini masuk tiga besar, tetapi sama seperti host country reception dan IT infrastructure. Dan yang terakhir untuk komunikasi, branding, dan media," kata Sri Mulyani.

Menu‎rut Sri Mulyani, anggaran pertemuan tingkat internasional yang akan diselenggarakan di Bali tersebut jauh lebih kecil, dibandingkan penyelenggaraan acara serupa di negara lain.

Dia mencontohkan, seperti Singapura saat menjadi tuan rumah pada tahun 2006, menggelontorkan dana hingga Rp 994,4 miliar‎. Lalu Turki, yang jadi tuan rumah pada tahun 2009 menghabiskan dana Rp 1,25 triliun.

Selain itu, Jepang juga mengeluarkan dana cukup besar hingga Rp 1,1 triliun dan Peru mencapai Rp 2,29 triliun. ‎"Jika dibanding Indonesia, ini dua kali lipat. Ini baru construction cost-nya, penyelenggarannya pasti ada yang belum ter-capture di sini," kata Sri Mulyani.

 

Sumber: Liputan6.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building