Pertumbuhan Minat Terhadap Coworking Space di Asia Lampaui AS dan Eropa
Property

Pertumbuhan Minat Terhadap Coworking Space di Asia Lampaui AS dan Eropa

04 June 2018 364

Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyebutkan permintaan ruang kantor yang fleksibel seperti coworking space dan serviced office meningkat tajam di kawasan Asia Pasifik dibanding di belahan dunia lainnya. Bahkan angka ketersediaan di wilayah tersebut melebihi pasar di Amerika Serikat dan juga Eropa.

Susan Sutherland, selaku Kepala Riset Solusi Korporasi JLL Asia Pasifik mengatakan, persediaan ruang kantor fleksibel di kawasan itu tumbuh sebesar 35,7% per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan 25,7% di Amerika Serikat dan 21,6% di Eropa.

Baca Juga: Setelah Coworking Space Muncul Coliving Space yang Mirip Kos-kosan

Laporan ini meneliti coworking sapce dan serviced office operator utama di 12 pasar Asia Pasifik mengungkapkan bahwa jumlah operator ruang kantor fleksibel besar telah berlipat ganda, yakni meningkat sekitar 150% pada periode 2014-2017.

Menurut riset diproyeksikan pada tahun 2030, ruang kerja fleksibel bisa meliputi 30% dari portofolio properti komersial perusahaan di seluruh dunia. “Walaupun adopsi perusahaan masih dalam periode awal, ada faktor-faktor tertentu yang akan terus membuat daerah ini menjadi titik panas untuk pertumbuhan coworking space,” kata Susan seperti dikutip dari laporannya, Jumat, 18 Mei 2018.

JLL menyebutkan yang menjadi pemicu utama dari tumbuhnya coworking space adalah adanya dorongan besar dari pemerintah terhadap kewiraswastaan yang mengimbangi pertumbuhan lambat dalam industri tradisional seperti manufaktur. Selain itu ada juga tawaran sumber daya keuangan dan dukungan untuk perusahaan kecil, yang banyak di antaranya mencari di ruang kerja bersama.

Seperti di Singapura, pemerintah sudah mendukung pengembangan lokasi yang fleksibel seperti JTC Launchpad yang merupakan rumah bagi sejumlah perusahaan teknologi start-up. Begitu jugaa, pemerintah setempat di New South Wales mendukung pengembangan Sydney Startup Hub, sebuah zona teknologi seluas 17.000 meter persegi yang melayani para pengusaha rintisan yang memiliki cita-cita tinggi.

Baca Juga: Warung Kopi atau Coworking Space, Pilih Mana?

Sementara itu reformasi yang diperkenalkan oleh pemerintah Jepang untuk meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja dan produktivitas juga mendorong perusahaan domestik untuk mengeksplorasi cara kerja yang lebih fleksibel.

Kemampuan untuk keluar-masuk kantor dalam waktu singkat, dan menghindari negosiasi kontrak yang rumit dan pekerjaan yang tidak menarik adalah pilihan yang nyaman bagi banyak penghuni coworking space.

 

Sumber: Tempo.co

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung