Kantor Hoax akan Dipimpin oleh Srikandi WhatsApp
News

Kantor Hoax akan Dipimpin oleh Srikandi WhatsApp

26 September 2018 94

WhatsApp telah menunjuk petinggi srikandinya untuk menangani segala laporan keluhan hoax di India. Petinggi yang ditunjuk aplikasi messenger milik Facebook tersebut yakni seorang Senior Director of Global Customer Operations and Localisation WhatsApp, Komal Lahiri.

Di India, Lahiri akan memimpin kantor yang menerima keluhan atau Grievance Officer. Para pengguna di India dapat mengirimkan keluhan termasuk hoax yang mereka temukan melalui surel atau surat konvensional.

Dalam keterangannya, WhatsApp menjelaskan untuk dapat mengirimkan keluhan ke kantor tersebut, pengguna harus menyertakan tanda tangan elektronik.

"Jika Anda menghubungi kami untuk akun khusus, mohon sertakan juga nomor ponsel Anda dalam formal internasional, dan juga kode pos Anda," terang WhatsApp dikutip dari laman Finantial Express,  (25/09/2018).

Sebelum diberi tugas untuk menangani keluhan hoax di India, Lahiri sudah menjabat sebagai Senior Director of Global Customer Operations and Localisation di WhatsApp sejak tujuh bulan lalu. Sebelum ditempatkan di WhatsApp, Lahiri sudah bergabung dengan Facebook sejak tahun 2014.

WhatsApp belum mengonfirmasi, apakah Lahiri akan menangani laporan hoax hanya untuk di India saja atau juga melayani laporan secara global. Dan WhatsApp juga belum mengonfirmasi apakah Srikandi ini akan memimpin team khusus untuk melawan berita hoax di India, karena menurut keterangan Lahiri akan bekerja dari Amerika Serikat.

Perusahaan aplikasi pesan instan itu menunjuk Lahiri untuk menerima laporan hoax di India adalah tindak lanjut pertemuan Kepala Eksekutif WhatsApp, Chris Daniels dengan Menteri Teknologi Informasi India, Ravi Shankar Prasad bulan lalu. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah India memerintahkan WhatsApp untuk mengambil langkah bagaimana melacak asal-usul penyebaran pesan palsu alias hoax di platformnya.

India juga meminta WhatsApp untuk menunjuk pejabat penerima laporan keluhan dalam rangka mempercepat penyelesaian kasus berita bohong di India. Pemerintah India juga meminta WhatsApp mendirikan entitas perusahaan di negeri Bollywood tersebut. Tetapi dengan tugas berat mengepalai kantor hoax tersebut, kemungkinan hari-hari ke depan Lahiri akan sering berkantor di India.

India memang sedang berperang melawan penyebaran berita bohong. Dengan jumlah pengguna WhatsApp yang mencapai lebih dari 200 juta, tetapi pekerjaan rumahnya adalah menangani hoax yang telah menyusahkan pemerintah India.

Untuk menangani kabar hoax, WhatsApp sebelumnya telah melakukan beberapa upaya, salah satunya yakni dengan mengubah kebijakan penerusan pesan alias forwarding message. WhatsApp membatasi pesan cuma bisa disebarkan ke 20 pengguna saja.(www.viva.co.id)

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung