The Newton 2, Sasar Pekerja Milenial di Kawasan Bisnis Kuningan
Property

The Newton 2, Sasar Pekerja Milenial di Kawasan Bisnis Kuningan

16 September 2019 185

Ciputra Group mulai memasarkan unit apartemen The Newton 2 @Ciputra World 2 Jakarta, menyusul penjualan The Newton 1 yang sudah ludes terjual dan sedang memasuki tahap topping off (tutup atap).

Tower setinggi 42 lantai, proyek apartemen di kawasan Satrio, Mega Kuningan, Jakarta selatan ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar hunian di kawasan bisnis Jakarta, terlebih karena lokasinya di kawasan bisnis.

"Fakta bahwa 400 unit di Newton 1 terjual dalam kurun waktu setahun. Untuk itu, The Newton 2 ini kami kemas dengan konsep matang dan untuk membidik kalangan profesional milenial," ucap Artadinata Djangkar, Senior Director Ciputra Group, Minggu (16/9).

Beberapa kelebihan yang ditawarkan apartemen ini antara lain kawasan sekitarnya dan banyaknya coworking space untuk kalangan entrepreneur muda. Artadinata mengatakan banyak klien potensial ditemui di kawasan ini.

The Newton 2 terdiri dari 624 unit yang terdiri dari tiga tipe, yakni studio, satu kamar tidur, dan dua kamar tidur. Dengan luas mulai 24 meter persegi hingga 61 meter persegi, harga yang ditawarkan mulai dari Rp1 miliar.

Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group menambahkan, The Newton 2 dekat dengan kawasan bisnis dan perkantoran sehingga memiliki aset investasi properti. Dia memastikan bahwa kebutuhan tempat tinggal yang dekat dengan lokasi kantor saat ini seakan sudah menjadi keharusan bagi generasi milenial.

"Karena hitungan atau biaya per bulan untuk tinggal di indekos di kawasan bisnis Jakarta seperti di ruas Jl Satrio ini antara Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per bulan. Itu bujet pengeluaran yang bisa mereka konversikan untuk cicilan apartemen setiap bulannya, karena kalau di Newton ini cicilan per bulannya kan hanya Rp 9 jutaan," ucap Andreas.

Saat ini para milenial yang bekerja di kawasan Satrio atau Kuningan dan sekitarnya masih mengandalkan rumah indekos atau dormitory. Andreas mengatakan tingkat hunian indekos di kawasan ini cukup tinggi dan menjadi kesempatan untuk meraup peluang bisnis sewa unit.

"Mereka enggak mau menghabiskan waktunya dengan macet saat berangkat dan pulang kerja. Sebagian besar kan tinggal di area sub-urban Jakarta yang jarak tempuhnya sangat jauh dari kantor mereka," tambah Andreas.

 

Sumber: www.kompas.com

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung