Dalam 9 Bulan, Intiland Raih Pendapatan Usaha Rp 1,7 Triliun
Property

Dalam 9 Bulan, Intiland Raih Pendapatan Usaha Rp 1,7 Triliun

28 October 2016 601

PT. Intiland Development Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 5,3% menjadi Rp 1,7 triliun selama 9 bulan tahun 2016.

Archied Noto Pradono, selaku Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland mengatakan meningkatnya pendapatan usaha perseroan sejalan dengan progres penyelesaian pembangunan sejumlah proyek baru.

Proyek-proyek tersebut diantaranya adalah apartemen 1Park Avenue, Graha Natura, Regatta, dan kawasan perumahan Serenia Hills.

“Peningkatan pendapatan terutama diperoleh dari pengakuan penjualan dari beberapa proyek di segmen perumahan dan mixed-use & high rise seperti proyek Regatta dan Serenia Hills” ujar Archied dalam siaran pers yang diterima laman Kompas.com, Kamis (27/10/2016).

Pada sisi kinerja profitabilitas, Intiland memperoleh laba kotor Rp 709,3 miliar, atau naik 6,7% jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Sementara laba usaha Intiland tercatat Rp 273,1 miliar atau naik sebesar 6,4%.

Berbanding terbalik dengan penerimaan laba bersih senilai Rp 205,3 miliar. Laba bersih ini sedikit menurun jika dibandingkan dengan perolehan pada triwulan III-2015 yaitu sebesar Rp 214,9 miliar.

"Meningkatnya jumlah beban usaha dan beban lain-lain menjadi aspek penyebab tertahannya laju pertumbuhan laba bersih," kata Archied.

Ditinjau dari segmentasi pengembangannya, proyek-proyek mixed-use & high rise masih menjadi penyokong pendapatan usaha terbesar, mencapai Rp 916 miliar atau 55,2% dari keseluruhan.

Kontributor berikutnya berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan sejumlah Rp 484,3 miliar atau 29,2%.

Sedangkan segmen properti investasi yang berasal dari sewa perkantoran, ruang ritel, klub olahraga dan lapangan golf, serta penyewaan pergudangan berkontribusi terhadap pendapatan usaha sebanyak Rp 250,3 miliar atau 15%.

Kemudian kawasan industri membukukan pendapatan dari penjualan lahan senilai Rp 7,8 miliar.

Berdasarkan tipenya, pendapatan dari pengembangan (development income) menyumbang Rp 1,41 triliun atau 85% dari seluruh pendapatan usaha Perseroan.

Sementara sisanya atau Rp 250,3 miliar berasal dari pendapatan berkelanjutan (recurring income).

Menurut Archied kontribusi pendapatan berkelanjutan ini mengalami peningkatan sebesar 53,6% dari hasil pada periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 163 miliar.

Kawasan perkantoran terpadu South Quarter yang mulai beroperasi dan pendapatan dari kawasan industri secara langsung memberikan sumbangsih yang cukup signifikan pada peningkatan pendapatan berkelanjutan. (Sumber: www.kompas.com)

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung