Penyewaan Ruang Kantor dan Kawasan Industri Intiland Meningkat
Property

Penyewaan Ruang Kantor dan Kawasan Industri Intiland Meningkat

23 January 2019 311

Perusahaan properti, PT Intiland Development Tbk (JK:DILD) membukukan pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang bersumber dari pengembangan segmen properti investasi di tahun 2018 meningkat 12,8% menjadi Rp595,7miliar dari tahun 2017 Rp528,2 miliar.

Archied Noto Pradono, selaku Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland mengatakan, bahwa recurring income terutama didapatkan dari pendapatan sewa perkantoran dan kawasan industri. Kenaikan ini secara langsung memberikan pengaruh positif kepada pencapaian kinerja serta prospek usaha di masa mendatang.

Baca Juga : Intiland Kucurkan Rp 8 Triliun untuk Bangun Apartemen dan Perkantoran

Perusahaan mencatat berdasarkan type dan sumbernya, pendapatan dari pengembangan (development income) memberikan andil sebesar Rp2,28 triliun. Sementara, kontribusi recurring income yang berasal dari penyewaan ruang kantor, ritel, pengelolaan lapangan golf, klub olah raga, pergudangan, dan juga fasilitas, tercatat mencapai Rp595,7 miliar.

“Kontribusi recurring income ke depan akan terus naik seiring dengan rampungnya pengembangan proyek- proyek baru, seperti gedung perkantoran dan juga ritel. Proyek-proyek yang akan rampung dan mulai beroperasi tahun 2019 seperti Praxis dan Spazio Tower di Surabaya, Jawa timur” ujar Archied, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (22/1).

Ia menjelaskan jika pada tahun 2019 perusahaan masih akan fokus pada pengembangan proyek-proyek yang sudah berjalan. Potensi pengembangan proyek-proyek baru dirasa tetap ada, tetapi sangat mempertimbangkan arah serta kondisi pasar.

"Pengembangan baru tahun ini antara lain adalah produk townhouse Pinang Residence, klaster baru di kawasan perumahan Serenia Hills, dan pengembangan apartemen baru 'SQ Res' South Quarter di Jakarta selatan. Sementara untuk wilayah Surabaya, perusahaan merencanakan untuk memulai pengembangan mixed-use and high rise Tierra dan juga kondominium Graha Golf tahap 3," tutupnya.

Baca Juga : Intiland: Pasar Perkantoran di Surabaya Masih Menjanjikan

Sekedar informasi, Perseroan pada tahun 2018 mencatat pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp2,28 triliun atau lebih rendah sekitar 22,1% jika dibandingkan pendapatan di tahun 2017 yang mencapai Rp2,93 triliun. Marketing sales tersebut sama dengan 67,5% dari target perseroan di tahun
2018 sebesar Rp3,38 triliun. Penurunan marketing sales ini terutama dikarenakan kondisi pasar properti yang kurang baik dan turunnya minat beli konsumen.(investing.com)

  • Share

Download Now

订阅我们的新闻

通過建設辦公室搜索