Perusahaan Teknologi Topang Permintaan Ruang Perkantoran
Property

Perusahaan Teknologi Topang Permintaan Ruang Perkantoran

16 February 2021 152

Tingkat hunian ruang perkantoran masih cukup tinggi sepanjang 2020 lantaran ditopang oleh permintaan dari perusahaan teknologi di tengah perekonomian yang tertekan akibat pandemi Covid-19, menurut konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL).

"Permintaan mengenai ruang perkantoran masih cukup aktif berasal dari perusahaan berbasis teknologi dan perpindahan menuju gedung dengan kualitas lebih baik," kata Head of Markets JLL Indonesia Angela Wibawa.

JLL Indonesia mencatat tingkat hunian ruang perkantoran di kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) berada di angka 74% dengan penyerapan sepanjang 2020 seluas 33.000 meter persegi. Harga sewa perkantoran grade A turun 1,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, di kawasan non-CBD, total penyerapan ruang perkantoran sepanjang 2020 tercatat 22.000 meter persegi. Meski harga sewanya tercatat stabil, ada tren penawaran harga baru untuk mendorong daya saing.

JLL juga mencatat terdapat satu gedung perkantoran baru yang selesai dibangun di Jalan Tendean seluas 27.000 meter persegi sehingga menyebabkan tingkat hunian di kawasan tersebut turun ke angka 76%. Penyewa yang mengisi kawasan non-CBD bukan dari perusahaan teknologi.

Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim menjelaskan sepanjang 2017 hingga 2019, permintaan ruang perkantoran tercatat cukup sehat didukung oleh perusahaan berbasis teknologi seperti e-commerce dan coworking space.

"Selain perusahaan teknologi, selama 2020 permintaan juga didominasi oleh perpindahan gedung menuju gedung yang lebih baik dan lebih baru," tuturnya.

Yunus memprediksi permintaan tahun ini sedikit meningkat dengan pertimbangan perbaikan makro ekonomi serta penghematan yang dilakukan para tenant dan besarnya pasokan yang masuk.

Dengan mempertimbangkan banyak faktor termasuk makro ekonomi, kami perkirakan permintaan akan sedikit mengalami peningkatan di 2021.

Selain dua faktor tersebut, tambahnya, besarnya pasokan yang masuk pada 2021 akan membuat hunian kembali tertekan dan diharapkan stabil mulai 2022. Harga sewa juga akan tetap sedikit tertekan untuk kemudian stabil kembali ditahun 2022 dan setelahnya. (www.bisnis.com)

  • Share

Download Now

订阅我们的新闻

通過建設辦公室搜索